Tampilkan postingan dengan label kelompok 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelompok 4. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2012

kelompok 4



1.    Mulatsih                             (09410169)
2.    Ika Zulaicha                       (09410171)
3.    Yusuf Anggoro Bhakti       (09410172)
4.    Nika Harjanti                     (09410173)
5.    Rahman Zuhdi                   (09410174)
6.    Anisa Khabibatus. S          (09410178)
7.    Difa’ul Husna                    (09410182)
8.    Novita Rahmawati            (09410183)

1.    Hubungan islam dengan seni budaya saling berkaitan, islam menjadi dasar etika dalam seni. Sedangkan seni budaya menyesuaikan dengan syariat islam. Selain itu, islam menyaring seni budaya yang tidak sesuai dengan ajaran islam, dan mengembangkan seni budaya yang sesuai.
2. Hubungan islam dengan seni sering tidak harmonis, sebab doktrin-doktrin dalam islam sering bertentangan dengan wujud seni. Seharusnya dalam penciptaan karya seni tidak mengabaikan nilai (etika).
3. Peran seni budaya dalam islam adalah mendukung keberadaan dan kelangsungan syiar islam, sedangkan peran islam dalam seni budaya adalah sebagai dasar etika.
4.  Tidak ada dominasi dalam seni budaya dan islam. Keduanya memiliki porsi seimbang. Didalam seni budaya tersirat ajaran islam, dan dalam ritual keagamaan terkandung seni.




Rabu, 22 Februari 2012

KELOMPOK 4

1.      Mulatsih                                        (09410169)
2.      Ika Zulaicha                                  (09410171)
3.      Yusuf Anggoro Bhakti                   (09410172)
4.      Nika Harjanti                                (09410173)
5.      Rahman Zuhdi                                (09410174)
6.      Anisa Khabibatus. S                      (09410178)
7.      Difa’ul Husna                                (09410182)
8.      Novita Rahmawati                         (09410183)

1)      Perbedaan definisi seni budaya islam menurut Quraisy Shihab dan Hosein Nasr:
a.       Quraisy shihab menuangkan pendapatnya secara lebih luas dibandingkan dengan Sayyed Hosein Nasr yang kami nilai lebih eksplisit, hal ini ditekankan pada tidak disebutkannya oleh Quraisy Shihab tentang dasar-dasar agama dalam pemikirannya sedangkan Sayyed Hosein Nasr menuangkannya.
b.      Menurut kami, Quraisy Shihab lebih mementingkan kepada wujud dan tidak mengakui ide sebagai budaya, akan tetapi Sayyed Hosein Nasr sebaliknya.
c.       Quraisy Shihab menganggap semua orang bisa berbudaya, hal ini ditekankan dengan pendapat beliau tentang “ekspresi tentang keindahan”, sedangkan Sayyed Hosein Nasr menganggap tidak semua orang bisa berbudaya, hal ini ditekankan pada pernyataan beliau “keahlian mengekspresikan”.

2)      Masyarakat di kota Magelang, tepatnya di desa Payaman memiliki kebudayaan sebagai berikut:
a.       Kesenian
Kesenian “Kubro”, merupakan kesenian yang biasanya diadakan saat memperingati hari kemerdekaan dan arak-arakan.
b.      Sistem religi
Mayoritas beragama islam, namun masih bercampur dengan kebudayaan-kebudayaan jawa misalnya, masyarakat di desa tersebut masih melaksanakan kenduri, nyadran,dsb.
c.       Mata pencaharian
Petani
d.      Sistem peralatan hidup
Dari segi peralatan hidup yang digunakan, sudah seperti peralatan hidup pada umumnya.
e.       Organisasi sosial
Banyak organisasi yang terdapat di masyarakat ini, seperti karang taruna, kelompok tani, dll.
f.       Sistem pengetahuan
Jika yang dimaksud sistem memperoleh pengetahuan, terdapat dua bagian yaitu formal dan nonformal. Dari segi formal seperti halnya SD, SMP, SMA, dll. Adapun yang nonformal didapat dari adat istiadat, norma, moral, dari masyarakat Payaman, misalnya saat berbicara dengan orang yang lebih tua maka memakai bahasa yang halus.
g.      Bahasa
Bahasa yang digunakan di desa ini adalah bahasa jawa, dengan tingkatan sebagai berikut: ngoko (digunakan dengan yang lebih muda), krama alus (dengan teman sebaya), krama inggil (dengan orang yang lebih tua, atasan). Pemahaman tentang aturan tersebut diperoleh dari orang tua dan lingkungan sekitar.