Senin, 16 April 2012

RESENSI


RESENSI
Judul Buku                  :Pendidikan, Kebudayaan, Dan Masyarakat Madani Indonesia
Pengarang                    : Prof. Dr. H. A. R Tilaar M.Sc. Ed
Penerbit                        : PT Rosda Karya
Tempat Terbit              : Bandung
Tebal Halaman             : 252
Peresensi                      : Retno Sulistiyaningsih
NIM                              : 09410165

            Buku karangan Prof. Dr. H. R. Tilaar, M. Sc. Ed yang berjudul Pendidikan, Kebudayaan, dan Mayarakat Madani Indonesia membahas mengenai hakikat pendidikan secara umum, kemudian kebudayaan. Bab selanjutnya menghubungkan pendidikan dalam kebudayaan, kebudayaan dalam pendidikan kemudian pendidikan kebudayaan, kebudayaan pendidikan, manusia berpendidikan dan manusia berbudaya, setelah itu baru membahas mengenai masyarakat madani Indonesia dan pendidikan untuk masyarakat madani Indonesia.
Dalam bab I membahas mengenai hakikat pendidikan secara detail. Ada 2 pendekatan yang digunakan dalam membahas pendidikan, yaitu pendekatan reduksionisme dan pendekatan holistik integratif. Pendekatan reduksionalisme masih dibagi lagi menjadi pendekatan pedagogis, pendekatan filosofis, pendekatan religius, pendekatan psikologis, pendekatan negativis, pendekatan sosiologis.
Pendidikan dalam kebudayaan membahas mengenai peranan pendidikan di dalam pembentukan perilaku manusia. Pendidikan merupakan proses tranmisi kebudayaan. Dan juga pendidikan itu sebagai proses pembudayaan manusia.
Dalam Bab manusia berpendidikan dan manusia berbudaya, buku ini mengartikan bahwa manusia yang berpendidikan adalah sama artinya dengan manusia yang berbudaya. Pendidikan adalah aspek dari kebudayaan, seseorang yang telah berkembang sesuai dengan dengan kebudayaannya adalah juga seseorang yang telah memperoleh pendidikan yang bertujuan yang sama dengan perkembangan pribadi di dalam kebudayaan di mana pendidikan itu berlangsung.
Secara keseluruhan buku ini sudah baik. Setiap bab yang membahas materi dengan detail. Setiap materi membahas  secara umum kemudian mengerucut kepada persoalan yang akan ditampilkan. Banyak referensi yang digunakan dalam membahas buku ini sehingga pembaca dapat mempunyai pengetahuan yang luas.
Tetapi buku ini ada kekurangan juga. dalam penulisannya banyak sekali menggunakan bahasa-bahasa asing yang beberapa kata sudah dterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Denagan banyak bahasa asing yang diserap dalam penulisan buku ini maka menyebabkan pembaca akan sedikit kesulitan dalam menyerap materi yang disampaikan oleh buku ini. 

4 komentar:

  1. Dari penjelasan mengenai buku di atas sudah baik, karena pada dasarnya adanya hubungan antara pendidikan dan kebudayaan, sehingga keduanya mempunyai hubungan yang saling mempengaruhi. Dengan pendidikan dapat melahirkan manusia yang berbudaya karena pendidikan merupakan proses tranmisi dari kebudayaan. Dan dengan kebudayaan, manusia dapat memperoleh pendidikan untuk dapat mengembangkan dirinya. Sehingga jelaslah bahwa pendidikan dan kebudayaan mempunyai peranan yang sama dalam membentuk perilaku dan pribadi manusia, sehingga nantinya mampu mengantarkan manusia menjadi pribadi yang berpendidikan dan berbudaya.
    Mungkin kiranya perlu adanya tambahan penjelasan di atas mengenai keadaan masyarakat madani di Indonesia dan bagaimana pendidikan dan kebudayaan bagi masyarakat madani di Indonesia. Sehingga dapat mengetahui bagaimanakah proses pendidikan dan kebudayaan bagi masyarakat madani di Indonesia dan nantinya dapat dikembangkan sesuai kompetensi yang dimiliki dalam masing-masing pribadi, serta mampu mengarahkan masyarakat Indonesia ke arah yang lebih maju dalam hal pendidikan dan kebudayaan.

    Ihda Husna Fajri (09410161)

    BalasHapus
  2. di dalam resensi di atas, di jelaskan mengenai manusia berbudaya dan manusia berpendidikan. lalu bagaimana caranya menciptakan manusia yang berbudaya dan berpendidikan di masa modern seperti saat ini? kemudian, pertanyaan lain mengenai resensi di atas adalah, bagaimana proses pendidikan tersebut dalam membentuk perilaku manusia?

    mulatsih (09410169)

    BalasHapus
  3. Pendidikan, misalnya yang dilakukan di sekolah merupakan proses tranmisi kebudayaan. Dan juga pendidikan itu sebagai proses pembudayaan manusia selaras dengan peranan sekolah yang tidak hanya berstatus sebagai transmisi = penularan kebudayaan (termasuk ilmu pengetahuan), sebagai conservatory = pemelihara nilai-nilai kebudayaan; tetapi juga sebagai transformasi perubahan – pengembangan budaya.
    Novita Rahmawati
    09410183

    BalasHapus